Selasa, 01 Juli 2014

James Rodriguez: Messi Seperti Monster

James Rodriguez: Messi Seperti Monster

Selasa, 1 Juli 2014 13:37 WIB



James Rodriguez: Messi Seperti Monster



Bola.net - Bintang muda sensasional asal Kolombia, James Rodriguez, mengaku ia amat mengagumi teknik dan kemampuan yang dimiliki oleh bintang Barcelona, Lionel Messi.

Menurutnya, Messi punya talenta yang jauh melebihi pemain lainnya, hingga hal tersebut berpengaruh pada level permainan yang ia tunjukkan di atas lapangan hijau.

"Messi adalah pemain yang hebat, saya pikir hal tersebut membuatnya ada di level yang lebih tinggi dibandingkan pemain yang lain. Ia adalah seorang monster," tutur Rodriguez dalam program acara Mundo Leo.

"Messi selalu menguasai bola di kakinya dan melakukan hal-hal yang luar biasa. Saya selalu berusaha untuk meniru, tak hanya dirinya namun juga pemain hebat yang lainnya," tutupnya.

Rodriguez kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2014 dengan lima gol. (mun/rer)

Prediksi Brasil vs Kolombia (Perempat Final)

Prediksi Brasil vs Kolombia (Perempat Final)

Prediksi Brasil vs Kolombia (Perempat Final)
 
 
 

BrasilDrawKolombia35%14%51%
Prediksi Terlaris
Brasil VS Kolombia

Prediksi Brasil vs Kolombia Perempat Final Piala Dunia 2014 Info Tips Skor Pertandingan


Sabtu, 5 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Estadio Governador Placido Aderaldo Castelo, Fortaleza


Informasi Pertandingan : Prediksi Brasil vs Kolombia :
Prediksi Brasil vs Kolombia (Perempat Final)

Head 2 Head :

  • 15 Nov 2012 : Brasil 1-1 Kolombia (persahabatan)
  • 16 Okt 2008 : Brasil 0-0 Kolombia (Kualifikasi PD 2010)
  • 15 Okt 2007 : Kolombia 0-0 Brasil (Kualifikasi PD 2010)

5 pertandingan terakhir Brasil :

  1. 28 Jun 2014 : Brasil p1-1 Cili (Piala Dunia)
  2. 24 Jun 2014 : Kamerun 1-4 Brasil (Piala Dunia)
  3. 18 Jun 2014 : Brasil 0-0 Meksiko (Piala Dunia)
  4. 13 Jun 2014 : Brasil 3-1 Kroasia (Piala Dunia)
  5. 7 Jun 2014 : Brasil 1-0 Serbia (persahabatan)

5 pertandingan terakhir Kolombia :

  1. 29 Jun 2014 : Kolombia 2-0 Uruguay (Piala Dunia)
  2. 25 Jun 2014 : Jepang 1-4 Kolombia (Piala Dunia)
  3. 19 Jun 2014 : Kolombia 2-1 Pantai Gading (Piala Dunia)
  4. 14 Jun 2014 : Kolombia 3-0 Yunani (Piala Dunia)
  5. 7 Jun 2014 : Kolombia 3-0 Yordania (persahabatan)

Skuad Brasil

Kiper : Julio Cesar (Toronto FC), Jefferson (Botafogo), Victor (Atletico MG).
Bek : Dante (Bayern Munich), David Luiz (Chelsea), Henrique (Napoli), Thiago Silva (PSG) Dani Alves (Barcelona), Maicon (Roma), Marcelo, (Real Madrid), Maxwell (PSG).
Gelandang : Fernandinho (Manchester City), Hernanes (Inter), Luiz Gustavo (Wolfsburg), Oscar (Chelsea), Paulinho (Tottenham Hotspur), Ramires (Chelsea), Willian (Chelsea).
Striker : Bernard (Shakhtar Donetsk), Fred (Fluminense), Hulk (Zenit), Jo (Atletico MG), Neymar (Barcelona).

Skuad Kolombia

Kiper : David Ospina (Nice), Faryd Mondragon (Deportivo Cali), Camilo Vargas (Santa Fe).
Bek : Camilo Zuniga (Napoli), Pablo Armero (Napoli), Cristian Zapata (AC Milan), Mario Yepes (Atalanta), Carlos Valdes (San Lorenzo), Santiago Arias (PSV Eindhoven), Eder Alvarez-Balanta (River Plate).
Gelandang : James Rodriguez (Monaco), Abel Aguilar (Toulouse), Carlos Sanchez (Elche), Fredy Guarin (Inter Milan), Juan Fernando Quintero (Porto), Aldo Ramirez (Morelia), Alexander Mejia (Atletico Nacional), Victor Ibarbo (Cagliari), Juan Guillermo Cuadrado (Fiorentina).
Striker : Jackson Martinez (Porto), Teofilo Gutierrez (River Plate), Carlos Bacca (Sevilla), Adrian Ramos (Borussia Dortmund).

Apa komentar anda tentang prediksi Brasil vs Kolombia ini?

Kirimkan juga prediksi bola versi anda, melalui kolom komentar di bawah ini.

Keylor Navas Mengaku Senang Usai Cetak Sejarah

Keylor Navas Mengaku Senang Usai Cetak Sejarah

 

 Keylor Navas Mengaku Senang Usai Cetak Sejarah

 


Recife, SunduL - Penjaga gawang yang juga pahlawan timnas Kosta Rika, Keylor Navas mengaku dirinya cukup senang usai mencatatkan sejarah baru untuk timnas di Piala Dunia.
Seperti yang diketahui Kosta Rika sukses melaju ke perempat final usai mengalahkan Yunani melalui drama adu penalti, dan Navas keluar menjadi pahlawan usai memblok tendangan Theofanis Gekas di babak adu penalti.

Navas menyatakan bahwa diriya sangat senang usai mampu mencatatkan sejarah baru, dan dirinya bertekad bahwa dirinya ingin dikenang oleh banyak orang akan hal itu.
“Saya tidak bisa mengingat apa yang telah saya perbuat dalam pikiran saya,” ujar penjaga gawang timnas Kosta Rika tersebut usai laga.

“Anda dapat berlatih pinalti dan belajar menahan hal tersebut, namun saya selalu mempercayai rekan-rekan saya, dimana mereka melakukannya selama 100 persen.”
“Saya sangat bahagia dan bersyukur kepada tuhan akan semua ini setelah mampu mempersembahkan
kemenangan yang cukup penting untuk negara ini.”

“Ini merupakan bukan laga yang sangat berat, dan sementara dimana kami bisa mengendalikan laga dan dimana juga saat kita berada di level teratas.”

Menu Jadwal Pertandingan Bola Liga Hari Ini:

Bagaimana komentar Sundulers mengenai berita bola ini..

Penulis

Nurulsavika
Nama saya adalah Nurul Savika, saya penggemar setia Manchester United FC

Milito Lionel Messi Telah Menjadi Pemimpin Argentina





Saya pikir Lionel Messi telah menunjukkan kepada dunia bahwa dia adalah pemimpin yang positif. Ada beberapa macam pemimpin dalam sepakbola. Mereka yang berteriak, mereka yang menunjukkan dengan contoh. Messi adalah tipe pemain yang diinginkan oleh semua orang dalam tim mereka. Saya melihat dia dalam kondisi yang bagus, bahagia dengan rekan-rekannya dan itu penting.

Saya melihat dia jauh lebih dewasa dari dua Piala Dunia sebelumnya, yang memberinya banyak pengalaman. Saya harap dia bisa bertahan seperti ini, menjadi pemimpin positif, karena itu dibutuhkan untuk berdiri di belakangnya jika Argentina ingin berhasil menjadi juara Piala Dunia di Brasil.

Juga sangat penting untuk memiliki grup yang kompak seperti yang dimiliki Argentina sekarang di Piala Dunia, semangat yang memberi tenaga tambahan untuk rekan-rekan Anda. Pemain-pemain ini telah bermain bersama cukup lama. Mereka menampilkan performa luar biasa di kualifikasi dan memiliki kepercayaan diri tinggi jelang Piala Dunia.

Pelatih Alejandro Sabella berhasil membangun tim yang kuat. Saya memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan kebanyakan pemain-pemain ini dan mereka adalah pemain luar biasa yang akan melakukan segalanya untuk tim nasional. Saya harap mereka dapat menggapai tujuan mereka karena mereka tampak sebagai protagonis dalam turnamen ini. Kami telah menunggu itu dalam waktu yang sangat lama.

RESMI: Kaka Tinggalkan AC Milan

 
Kaka dan Milan sepakat untuk berpisah lebih dini dari ikatan kontrak awal.

GOALOLEH    Nurul Savika    Ikuti di twitter
Ricardo Kaka akhirnya resmi meninggalkan AC Milan usai menyepakati pemutusan kontrak secara mutual pada hari ini, demikian dikonfirmasikan kubu San Siro.
Meski tak ada keterangan lebih lanjut dalam rilis di laman resmi klub, diketahui bahwa bintang asal Brasil itu akan merambah MLS Amerika Serikat bersama Orlando City, namun ia akan terlebih dahulu bermain untuk tim lamanya, Sao Paulo, dengan status pinjaman hingga Desember mendatang.
Kaka balik ke Milan dari Real Madrid musim panas tahun lalu dengan ikatan kontrak dua tahun, namun terdapat klausul yang membolehkannya pergi lebih awal kalau Rossoneri gagal finis di Liga Champions.

PROFIL: Cerita Di Balik Erol Iba Memeluk Islam

Erol tergugah menjadi muallaf lantaran melihat aktivitas umat Islam yang membuatnya merasa tenang.

GOALLIPUTAN   Nurul Savika    DARI   Tasikmalaya jawabarat


Mungkin banyak yang belum mengetahui cerita di balik bek Sriwijaya FC, Erol Iba, memutuskan untuk menjadi muallaf. Tentu saja, proses yang dilaluinya untuk memeluk agama Islam tidak terjadi secara instan.
Menurut pemain berusia 34 tahun itu banyak hal yang membuatnya tergugah untuk memeluk agam Islam. Diceritakan Erol, sebelum memutuskan masuk Islam, nuansa agama Islam telah dirasakannya sejak 1998. Itu ketika pertama kali dirinya menginjakkan kaki di kota Padang untuk memperkuat Semen Padang.
EROL FX IBA

 
Kelahiran: Jayapura, 6 Agustus 1979
Tinggi/berat: 170 cm/55 kg
Posisi: Bek. Gelandang
Klub: Sriwijaya FC 
 
Hal yang paling menggugahnya memeluk Islam adalah aktivitas umat Islam, yang membuatnya merasa tenang dan hikmat ketika melihat maupun mendengarnya. Ia pun mencoba mempelajarinya sedikit demi sedikit sebelum akhirnya memutuskan memeluk agama Islam pada 2002.
"Pertama saya lihat cara orang Islam bersembahyang, khusyuk kelihatannya. Lalu lihat orang ngaji dan adzan, seperti mereka sedang berbicara langsung dengan Tuhan-nya. Dari situlah saya mulai belajar, dan akhirnya saya masuk Islam lalu menikahi istri saya yang sekarang," ungkap Erol.
Lahir dari keluarga non muslim, tentunya keputusan pemain asal Papua ini berpindah agama tidak langsung mendapat respons yang baik dari seluruh keluarga. Khususnya sang ibu yang menentang keputusannya tersebut.

"Ibu yang pertama tidak begitu setuju dengan keputusan saya. Tapi Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu akhirnya bisa menerimanya," terang Erol yang merupakan anak sulung dari empat saudara ini.
"Kalau bapak prinsipnya terserah anak-anak. Kalau menurut anaknya itu baik silakan. Bahkan beliau pesan setelah masuk Islam jangan lupa sembahyang, berperilaku yang baik. Karena apapun agamanya kalau perilaku tidak baik, tetap sama saja tidak akan jadi orang yang baik," tambah mantan penggawa timnas
 Indonesia itu.

Erol pun bercerita tentang pengalaman pertama kali menunaikan ibadah puasa. "Sebelum masuk Islam saya sudah terbiasa ikut puasa pas tahun 1998, karena mayoritas teman-teman saya berpuasa waktu di Semen Padang. Tapi puasa saya tidak seperti seorang muslim, kapan mau puasa ya puasa, kalau tidak ya tidak," cerita Erol.
Pertama saya lihat cara orang Islam bersembahyang, khusyuk kelihatannya. Lalu lihat orang ngaji dan adzan, seperti mereka sedang berbicara langsung dengan Tuhan-nya.

Tapi setelah memeluk agama Islam, Erol tak ingin meninggalkan Rukun Islam keempat itu. "Tak peduli mau dalam keadaan latihan. Karena puasa ini sudah jadi kewajiban seorang muslim," tegasnya.
Setelah menjadi seorang muslim, Erol bertekad senantiasa memperbaiki ibadahnya. "Saya berharap, puasa tahun ini ibadah saya lebih ditingkatkan walau saya juga harus menjalani latihan. Saya juga saat ini sambil belajar ngaji, karena belum begitu pandai," urainya. (gk-55)

Senin, 30 Juni 2014

Swiss Yakin Dapat Dukungan Publik Brasil

Swiss Yakin Dapat Dukungan Publik Brasil

Nurul Savika - detikSport
Senin, 30/06/2014 12:15 WIB
thumbnail 
 
  Shaun Botterill - FIFA/FIFA via Getty Images
 
Porto Seguro - Babak 16 besar Piala Dunia menghadapkan Swiss dengan Argentina. Menatap laga itu, Rossocrociati yakin akan mendapatkan dukungan dari publik Brasil mengingat rivalitas dari tim Samba dan tim Tango.

Di kawasan Amerika Latin, Argentina dan Brasil boleh di bilang sebagai dua kekuatan utama. Keduanya sudah pernah berduel sebanyak 95 kali, 36 pertandingan dimenangi Albiceleste, Selecao memenangi 35 pertandingan, sisanya berakhir dengan hasil imbang.

Oleh karena rivalitas itu, Swiss bakal bersiap untuk mengambil keuntungan saat berhadapan dengan Argentina di Arena de Sao Paulo, Sao Paulo, Selasa (1/7/2014) malam WIB.

Kiper Swiss Diego Benaglio yakin bahwa publik Brasil bakal tak rela melihat sang rival melaju jauh saat melakoni turnamen di negaranya. Oleh karena itu, dia yakin timnya bakal mendapatkan dukungan.

"Saya pikir kami jelas jan mendapatkan dukukan dari para fans Brasil di stadion," kata Benaglio seperti dilansir oleh Guardian.

"Anda bisa merasakan rivalitas antara Brasil dan Argentina di sini," imbuhnya.

Jelang Argentina vs Swiss

Jelang Argentina vs Swiss

Swiss Waspadai Messi yang Bisa Bikin Kejutan Tiap Saat

Nurul Savika - detikSport
Senin, 30/06/2014 13:00 WIB
thumbnail 
 
AFP/Jewel Samad
Porto Seguro - Nama striker Argentina Lionel Messi menjadi fokus perhatian kubu Swiss menjalang laga 16 besar Piala Dunia. La Pulga diwaspadai karena bisa bikin kejutan kapan saja.

Di Piala Dunia 2014, Messi mampu menunjukkan diri tampil sangat bagus. Sejauh ini dia mampu menjadi sumber gol utama Argentina, dengan catatan empat kali membobol gawang lawan.

Saat melawan Bosnia dan Herzegovina di pertandingan pertama Grup F di pertengahan bulan ini, Messi mencetak gol kemenangan.

Messi kembali menunjukkan sinarnya saat mencetak gol tunggal kemenangan tim Tango atas Iran dalam pertandingan yang berlangsung pada 21 Juni lalu.

Sementara itu, pertandingan melawan Nigeria empat hari sesudahnya kembali menjadi panggung Messi untuk unjuk gigi. Dia mencetak dua gol, untuk membantu Argentina memetik kemenangan 3-2 atas Super Eagels.

Dengan rentetan penampilan apik Messi di fase grup itu, wajar kalau Rossocrociati waspada pada potensi ancamannya. Meski demikian, kiper Swiss, Diego Benaglio, menerangkan bahwa timnya cuma melakukan persiapan biasa saat untuk melakoni pertandingan yang akan berlangsung di Arena de Sao Paulo, Sao Paulo, Selasa (1/7/2014) malam WIB.

"Kami bersiap seperti melakoni pertandingan lainnya. Bagaimanapun juga, jelas bahwa akan sulit di pertandingan itu untuk terus menjaga Messi sepanjang laga," kata Benaglio di Guardian.

"Anda bisa melihat banyak video permainan Messi di mana dia bisa melakukan suatu hal yang mengejutkan di momen-momen yang menentukan," imbuhnya.

Belgia Menanti Gol Sumbangan Lukaku

Jelang Belgia vs AS

 

Nurul savika - detikSport
Senin, 30/06/2014 14:30 WIB
thumbnail  
 
Getty Images/Mike Hewitt
Jakarta - Selama berkiprah di Liga Inggris, Romelu Lukaku menunjukkan diri menjadi seorang striker yang ditakuti lini belakang lawan. Kontribusi golnya pun kini ditunggu oleh tim nasional Belgia.

Ekspektasi yang tinggi membarengi kiprah Lukaku di Piala Dunia 2014. Dia yang mencatatkan 15 gol dalam 31 pertandingan di Liga Inggris bersama Everton, diharapkan bisa menjadi andalan The Red Devils saat berlaga di Brasil.

Tapi sejauh dua pertandingan yang sudah dilakoni, Lukaku belum mampu membuktikan diri. Diberi kepercayaan bermain selama 115 menit saat Belgia berhadapan dengan Aljazair dan Rusia, dia belum mampu membobol gawang lawan.

Lukaku masih mempunyai kesempatan untuk membobol gawang lawan andai diberi kepercayaan saat Belgia menghadapi Amerika Serikat di pertandingan babak 16 besar yang akan berlangsung di Arena Fonte Nova, Rabu (2/7/2014) dinihari WIB.

Kendati Lukaku tengah tampil kurang oke, kiper The Stars and Stripes, Tim Howard, tetap mewaspadai ancaman rekan satu timnya di The Toffees itu. Pasalnya, dia kenal betul dengan kemampuan striker 21 tahun itu.

"Banyak orang memberitahu saya bahwa Lukaku mengalami kesulitan di turnamen. Saya sudah memelihat beberapa pertandingan," ungkap Howard di Sports Mole.

"Romelu bermain luar biasa buat kami di Everton. Dia mengucapkan mantra saat dia tak mencetak gol tiap pertandingan lalu dia kembali panas. Jadi, saya tak akan terlalu menginterpretasikan hal itu," imbuhnya.

Rabu, 25 Juni 2014

Roberto Martinez: Luis Suarez Butuh Bantuan Luis Suarez | Liverpool



Roberto Martinez menilai sikap Luis Suarez, yang menggigit Giorgio Chiellini, tidak dapat diterima dalam sepakbola.

GOALOLEH    Nurul Savika      Ikuti di twitter
 Luis Suarez | Liverpool


Pelatih Everton Roberto Martinez menyatakan striker Uruguay Luis Suarez butuh diberi bantuan setelah striker Liverpool itu kembali terlibat dalam skandal gigit-menggigit.
Seperti yang diketahui, Suarez terlihat menggigit bek timnas Italia Giorgio Chiellini dalam laga yang berakhir dengan skor 1-0 yang memastikan Uruguay lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 2014.

"Kualitas talenta yang ia miliki sudah tidak diragukan lagi," ujar pelatih asal Spanyol itu kepada ESPN.
"Dia bisa memenangkan pertandingan seorang diri dan dia memiliki fokus, mentalitas yang bisa membuat dia bangkit dari situasi yang seharusnya tidak pernah ia datangi.
"Tetapi mengenai sikapnya, serius saya berpikir dia membutuhkan pertolongan [dari profesional]. Jika Anda tidak dapat mengontrol diri Anda dalam momen-momen itu, Anda butuh sejenis bantuan karena itu tidak diterima di atas lapangan sepakbola."

Jadwal Piala Dunia Portugal VS Ghana




Portugal dan Ghana sama-sama mengincar kemenangan demi tiket ke babak 16 Besar Piala Dunia 2014.

GOALOLEH    Nurul Savika     Ikuti di twitter

Portugal dan Ghana menggantungkan harapan mereka pada pertandingan lain di grup G antara Jerman dan Amerika Serikat, karena apapun hasil yang mereka raih, jika laga tersebut berakhir imbang, maka mereka dipastikan gagal melaju.
Namun, jika Amerika Serikat dan Jerman saling bunuh, maka Portugal dan Ghana harus memastikan diri meraih tiga angka dengan kemenangan setelak mungkin untuk bisa memastikan unggul selisih gol agar bisa lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 2014, terutama Portugal yang minus empat gol. 

Pelatih timnas Portugal Paulo Bento harus harap-harap cemas karena ia tidak diperkuat oleh beberapa bintang andalannya di laga ini. Fabio Coentrao harus ditarik keluar karena cedera saat dibekuk Jerman, sementara Rui Patricio, Hugo Almeida, Andre Almeida dan Helder Postiga juga absen karena cedera sejak awal turnamen.

Dengan kebugaran yang tidak memungkinkan dari Almeida dan Postiga, maka Eder yang pada dua laga sebelumnya diturunkan dari bangku cadangan, diperkirakan akan menjadi starter. Sementara Beto tetap diandalkan di bawah mistar gawang.

Sementara itu, pelatih Ghana Kwesi Appiah tidak memiliki masalah cedera yang pelik, dan ia bertekad untuk membawa timnya meraih tiket ke babak gugur usai awal yang mengecewakan.
Kevin Prince-Boateng dan John Boye yang mengalami cedera ringan saat menghada

pi Jerman, telah mendapatkan mendapatkan lampu hijau untuk tampil di laga terakhir grup G ini. Namun, gelandang Sulley Muntari dipastikan absen karena akumulasi kartu.
Posisi gelandang bertahan yang ditinggal pemain AC Milan itu akan diisi oleh Michael Essien atau Emmanuel Agyemang-Badu. Kemudian, Gyan Asamoah akan tetap menjadi andalan di lini depan dengan ditemani oleh Boateng atau Abdul Majeed Waris yang sudah sembuh dari cedera.

Argentina dan Messi Dinilai Belum Sepenuhnya Oke

Nurul Savika  - detikSport
Rabu, 25/06/2014 15.58 WIB
thumbnail  
 
Getty Images/Jean Catuffe
Porto Alegre - Sukses meraih dua kemenangan dalam dua laga pertama di Grup F tidak menutup fakta bahwa Argentina sebetulnya belum tampil impresif. Ini pun membuka ruang kritik untuk mereka.

Ambil contoh Jorge Valdano, salah satu pahlawan Argentina ketika menjuarai Piala Dunia 1986. Dia adalah salah satu orang yang memuji tetapi juga menyebut beberapa kekurangan 'Tim Tango'.

Valdano dalam salah satu komentarnya menyebut, Argentina seperti main sendiri-sendiri. Belum terlihat ada kekompakan tim. Di lain hal, dia juga menyebut Lionel Messi --yang sudah mencetak dua gol sejauh ini-- punya mobilitas yang minim.

Namun, di situ juga Valdano memuji Argentina dan Messi. Kendati tampil jelek, Argentina dan Messi mampu memanfaatkan satu peluang dan mengubahnya jadi kemenangan, seperti yang terlihat kala menang 1-0 atas Iran.

"Argentina belum bermain seperti sebuah tim dan Messi belum menciptakan permainan yang pas untuk timnya," ujar Valdano seperti dilansir Guardian.

"Ketika Argentina belum juga tampil oke, sebuah permainan yang dibangun Messi menuntaskan semua debat yang ada. Dan itu menegaskan statusnya sebagai seorang genius."

"Mobilitasnya memang masih minim, tapi keteguhan mentalnya tidak."

Performa kurang oke Argentina juga diakui oleh Javier Mascherano. Namun, sama seperti Valdano, Mascherano juga mengakui bahwa Messi memang tak selamanya tampil istimewa. Tapi, pada saat dibutuhkan, Messi bisa diandalkan.

"Begitulah Messi: Ketika dia tidak tampil bagus, ketika auranya sedang tidak bersinar, dia bisa memenangi pertandingan hanya dalam satu gerakan," kata Mascherano.

Preview Final Liga Champions dalam Infografik

Preview Final Liga Champions dalam Infografik

Nurul Savika - detikSport
Rabu, 25/05/2014 15.56WIB

thumbnail  
 
Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno
Partai final Liga Champions dini hari nanti (25/5) akan mempertemukan dua klub sekota, Real Madrid menghadapi Atletico Madrid. Berikut data dan fakta terkait duel itu dalam infografik.

Los Blancos terakhir kali menjadi juara Liga Champions pada 2002, penantian panjang yang teramat lama untuk menunggu La Decima tiba.

Sedangkan Atletico tak pernah sama sekali meraihnya dan mereka berambisi menjadi klub ke-23 yang memenangi kompetisi antarklub terelit di Eropa ini.

Sebelum melangkah ke final, Atletico berhasil menyingkirkan tiga eks juara AC Milan, Barcelona, dan Chelsea di babak sebelumnya.

Sedangkan Real Madrid mengalahkan tiga klub asal Jerman, di fase gugur ini dimulai Schalke 04 di perdelapanfinal, Borussia Dortmund di perempat final, dan terakhir menyungkurkan juara bertahan Bayern Munich di semifinal.

Atletico yang diasuh Diego Simeone, saat ini sedang menjadi perbincangan di dunia sepakbola. Mereka berhasil memenangi La liga musim 2013/14 untuk merusak dominasi Barca dan Madrid dalam beberapa tahun terakhir .

Kesuksesan mereka mencapai partai puncak Liga Champions adalah prestasi luar biasa bagi Atletico setelah menunggu 40 tahun lamanya untuk tampil di fase itu. Mengagalkan ambisi La Decima rival sekota akan jadi motivasi untuk Los Colchoneros memenangi final itu.

Berikut data dan fakta menarik terkait partai final Liga Champions 2013/14, dalam bentuk infografik.

Final Liga Champions: Madrid 4-1 Atletico

Pressing dan Agresivitas Atletico yang Dipecahkan Taktik Pergantian Pemain

Nurul Savika  - detikSport
Rabu, 25/05/2014 15.54 WIB


thumbnail  
 

Real Madrid menjuarai Liga Champions 2013/2014 usai mengalahkan rival sekota, Atletico Madrid, dengan skor telak, 4-1. Skor akhir seperti menunjukkan Real mendominasi, padahal jalannya laga tidak sesederhana selisih gol telak itu.

Gelar kesepuluh Real di ajang Liga Champions diraih dengan jalan yang terlihat kontras. Jika selama 93 menit (saat masih tertinggal 0-1) semuanya seperti terlihat begitu sulit bagi Los Blancos, 30 menit setelahnya (di babak perpanjangan waktu usai gol Sergio Ramos) segalanya tampak begitu mudah.

Hal sebaliknya terjadi pada Atletico. Kesebelasan asuhan Diego Simeone ini bermain meyakinkan sepanjang 93 menit. Agresif di semua area, solid dalam bertahan, percaya diri dalam memegang bola bahkan walau di pertahanan sendiri, semangat yang terlihat menggebu-gebu, juga daya tahan fisikal yang rasanya seperti melampaui batas yang mereka miliki. Tapi setelah gol Sergio Ramos di injury time itu, semuanya terlihat begitu berat, payah dan akhirnya terasa menyedihkan bagi Gabi dkk.




Dominasi Tanpa Possession

Di babak I, Atletico unggul 1-0 berkat gol Diego Godin memanfaatkan kesalahan Iker Casillas yang salah antisipasi. Skor ini sampai batas tertentu menggambarkan bagaimana dominasi Atletico atas rival sekotanya ini sepanjang babak I.

Penguasaan bola memang dikuasai El Real dengan perbandingan sekitar 55% berbanding 45%. Tapi hampir dalam banyak aspek, anak asuh Simeone lebih mendominasi permainan. Ini bisa dilihat, misalnya, dalam hal percobaan mencetak gol. Jika Atletico berhasil membuat lima percobaan mencetak gol, Real hanya membuat dua percobaan, itu pun lahir dari tendangan bebas langsung Ronaldo dan upaya Bale yang bermula dari kesalahan umpan Thiago.

Atletico bahkan sanggup membuat pemain-pemain penting Real di lini serang tak pernah menyentuh bola di dalam kotak penalti. Angel Di Maria, Cristiano Ronaldo dan bahkan Karim Benzema yang diplot sebagai target-man sekali pun tak pernah menguasai bola di kotak penalti. Hanya satu kali pemain Real bisa menguasai bola di kotak penalti, Gareth Bale, yang masuk ke dalam kotak penalti, itu pun dimulai kesalahan umpan pemain Atletico (Thiago).

Agresivitas dan pressing yang berani dilakukan di wilayah lawan sangat menyulitkan Real mengembangkan permainan. Di tengah, Gabi dan Thiago melakukan hal yang sama. Tiap kali pemain Real menguasai bola, 2-3 pemain Atleti langsung mendekat. Saat Real mencoba menyusun serangan dari belakang, tak jarang bahkan sampai tiga pemain Atletico memberi tekanan yaitu Adrian (masuk menggantikan Costa di menit ke-8), David Villa, dan Koke.

Saat serangan mereka gagal, dengan sangat cepat pula mereka kembali ke garis pertahanan. Real Madrid tak pernah unggul jumlah pemain di pertahanan Atletico, bahkan walau mereka melakukan serangan balik sangat cepat yang di babak semifinal dengan gemilang berhasil melantakkan Bayern Munich.

Iran dan Mimpi Memainkan 'Final-Final' Selanjutnya

Iran dan Mimpi Memainkan 'Final-Final' Selanjutnya

Nurul Savika - detikSport
Rabu, 25/06/2014 15.53 WIB
thumbnail 
 
Salvador - Iran tak pernah bermimpi untuk tampil di sebuah final Piala Dunia. Maka, pertandingan melawan Bosnia Herzegovina adalah sebuah final tersendiri buat mereka.

Sebelum tahun ini Iran pernah menjadi kontestan di tiga Piala Dunia: 1978, 1998, dan 2006. Hasilnya, mereka selalu kandas di babak grup. Dari total 9 kali bertanding, mereka hanya menang satu kali dan kalah enam kali.

"Simpel saja. Waktu kami meninggalkan Teheran, semua orang tahu kami takkan ke sini untuk menjadi juara. Tidak ada yang mengharapkan dan menuntut begitu," tutur pelatih Iran, Carlos Queiroz, dikutip Reuters.

"Tapi kami diperkenankan memimpikan lolos ke babak knockout. Tujuan pertama kami adalah menempatkan Iran di peta Piala Dunia di Brasil. Kami telah mencapai itu dan kami telah mendapatkan respek."

Di Brasil, Iran tergabung di Grup F dengan Argentina, Nigeria, dan Bosnia. Mereka memulai dengan bermain 0-0 dengan Nigeria, tapi kemudian kalah 0-1 dalam pertarungan sengit sepanjang 90 menit, dan hanya kebobolan di injury time oleh tendangan spektakuler Lionel Messi.

Iran hanya bisa lolos ke babak 16 besar apabila mala mini menang atas Bosnia dan Nigeria kalah dari Argentina -- dengan jumlah gol tertentu.

"Sekarang mimpi kami adalah lolos ke babak kedua. Biarkan kami memimpikan hal itu. Bebas-bebas saja untuk bermimpi, bukan?" tukas Queiroz.

Jelang Bosnia vs Iran

Bosnia Mencari Penebusan

Nurul Savika  - detikSport
Rabu, 25/06/2014 15.51 WIB
thumbnail
 

Salvador - Bosnia-Herzegovina memang sudah tersingkir dari persaingan menuju babak 16 besar. Tapi Bosnia tak mau pulang dari Brasil dengan tangan hampa.

Tampil perdana di Piala Dunia, Bosnia cukup percaya diri. Hasil bagus selama fase kualifikasi plus skuat yang diisi pemain-pemain yang berpengalaman berkompetisi di Eropa membuat Bosnia optimistis bisa unjuk gigi.

Tapi, Bosnia sudah dipastikan tak bisa melangkah lebih jauh dari fase grup di Piala Dunia kali ini. Kans mereka untuk lolos ke babak 16 besar sudah tertutup usai berturut-turut menelan kekalahan dari Argentina dan Nigeria.

Pelatih Bosnia, Safet Susic, tak menampik jika timnya seharusnya tampil lebih baik. Namun dia juga menilai ada beberapa faktor lain yang berpengaruh pada kegagalan timnya.

"Kami semua pada awalnya berhadap laga hari Rabu akan jadi laga kunci untuk menentukan tiket ke babak 16 besar. Tapi ini berjalan tidak sesuai dengan yang kami harapkan," ucap Susic seperti dikutip Reuters.

"Kalau saja kami punya keberuntungan lebih banyak, kalau saja kami bermain lebih baik, dan wasit mengambil keputusan yang lebih logis, kami bisa saja masih bersaing untuk satu tempat di babak knockout."

Bosnia akan memainkan pertandingan terakhirnya dengan menghadapi Iran di Arena Fonte Nova, Rabu (25/6/2014) malam WIB. Meski laga tak lagi menentukan untuk Bosnia, Susic memastikan bahwa Edin Dzeko dkk. akan meninggalkan Brasil dengan kemenangan.

"Kami sangat kecewa dan saya minta maaf. Tapi ini adalah debut kami di Piala Dunia. Kami akan mencari penebusan," lugasnya.

Ada Messi yang Imut, Victoria Azarenka Dukung Argentina

Ada Messi yang Imut, Victoria Azarenka Dukung Argentina

Nurul Savika -
Rabu, 25/06/2014 14:53 WIB
thumbnail  
 
 

London - Petenis Victoria Azarenka tak bisa mendukung negaranya, Belarusia, di Piala Dunia 2014. Jadi ia pun mendukung penuh Argentina, salah satunya karena ada Lionel Messi.

Azarenka, mantan petenis putri terbaik yang sekarang menempati peringkat delapan dunia, rupanya punya kegemaran tersendiri akan olahraga sepakbola. Perempuan 22 tahun itu pun sudah jadi pendukung setia Argentina dalam sejumlah gelaran Piala Dunia.

Hal itu salah satunya dikarenakan tim Tango memiliki sosok Messi, yang ternyata sanggup bikin Azarenka kepincut.

"Aku sudah menjadi suporter Argentina selama tiga gelaran terakhir Piala Dunia. Bahkan ada fotoku mengenakan seragam tim Argentina, mungkin dari tahun 2000," ujar Azarenka di NDTV.

"Aku cinta Messi. Ia salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Ia mungil sekali, sangat imut," lanjutnya mengenai si pesepakbola yang memiliki postur 169cm/67kg tersebut.

Dari tiga gol yang sudah dibuat Argentina di Brasil saat ini dibuat oleh Messi. Pemain asal klub Barcelona yang baru berulang tahun ke-27 pada tanggal 24 Juni kemarin itu juga diharapkan bisa membawa Argentina terus melaju.

Selasa, 24 Juni 2014

PREVIEW Grup F: Nigeria - Argentina

Lionel Messi akan mengincar perbendaharaan golnya di Piala Dunia sekaligus mengantarkan Argentina menaklukkan Nigeria di laga terakhir grup F.





 PREVIEW Grup F: Nigeria - Argentina


Argentina dipastikan tidak ingin mengakhiri babak grup dengan kekalahan mengingat laga terakhir melawan Nigeria juga menentukan siapa yang akan lolos ke babak 16 Besar dengan status juara grup F.
Seperti yang diketahui, berdasarkan kans setiap tim di grup F, Argentina hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa memastikan diri lolos sebagai pemuncak klasemen, namun bila kalah, tim Tango harus merelakan posisi puncak kepada Nigeria. Sementara itu, tim Super Eagles sendiri wajib meraih angka untuk bisa menyegel tiket ke babak berikutnya, meski kalaupun kalah mereka masih bisa lolos seandainya Iran gagal mengalahkan Bosnia-Herzegovina.

Namun, Argentina diyakini ingin meraih kemenangan meyakinkan di laga ini setelah dua laga sebelumnya, melawan Bosnia dan Iran, mereka harus susah payah untuk memetik tiga angka. Mereka mendapatkan kritik karena terlalu bergantung pada sosok Lionel Messi.
Namun, gelandang Angel Di Maria menegaskan timnya kesulitan karena pendekatan dari tim-tim lawan yang cenderung tampil bertahan ketika bertemu tim Tango. Di Maria berharap hal tersebut berubah di babak berikutnya.

"Tidak mudah ketika lawan Anda hanya bertahan dan terlalu banyak bek untuk dilewati," ujar pemain Real Madrid tersebut. "Di babak 16 Besar, kami akan menghadapi lawan yang senang menyerang, dan itu cocok untuk kami. Semua orang tahu Argentina jauh lebih kuat ketika kami memiliki ruang untuk menyerang."
Pelatih Alejandro Sabella tampaknya akan tetap menggunakan formasi 4-3-3 dan diperkirakan akan kembali menurunkan tim yang sama seperti melawan Iran.

Sementara itu, Nigeria tetap optimistis bisa lolos ke babak berikutnya, seperti yang diungkapkan oleh pelatih Stephen Keshi. "Semangat juang tim bagus," ujarnya. "Saya tidak pernah berpikir bahwa kami tidak bisa melaju ke 16 Besar. Saya memiliki para pemain."

Demikian juga menurut gelandang Ogenyi Onazi, ia mengatakan Nigeria tidak perlu takut dengan Argentina, terutama Lionel Messi. "Messi adalah manusia biasa, seorang pesepakbola," ujarnya. "Tentu saja kami harus memiliki strategi untuk memastikan semua berjalan baik."
Sama seperti Argentina, Nigeria diperkirakan akan menggunakan skuat yang sama seperti saat menaklukkan Bosnia.

TRIVIA DUEL PIALA DUNIA 2014: Yunani vs. Pantai Gading

Pantai Gading dan Yunani akan melakoni laga hidup-mati di laga ini untuk lolos ke fase 16 besar.



Tim nasional Yunani akan menemui lawan berat Pantai Gading pada laga pemungkas grup C Piala Dunia 2014 di Estadio Governador Placido Aderaldo Castelo, Fortaleza, Rabu (25/6) dini hari WIB. Ini merupakan laga hidup-mati bagi kedua tim.
Peluang Pantai Gading memang lebih besar untuk lolos ke fase 16 besar. Mereka saat ini berada di posisi kedua dengan poin tiga dari dua laga yang telah dijalani.
Meski begitu, Yunani yang juga memiliki peluang dipastikan akan memberikan perlawanan ketat di laga nanti. Skuat yang dilatih Fernando Santos itu saat ini berada di posisi juru kunci grup dengan poin satu.
Goal Indonesia menyajikan data dan fakta yang mengiringi laga wakil Eropa dan Afrika itu.

YUNANI VS. PANTAI GADING 
  • Ini untuk pertama kalinya Yunani dan Pantai Gading bertemu dalam sebuah laga resmi internasional.
  • Wakil Afrika yang pernah dihadapi Yunani pada Piala Dunia sebelumnya hanya Nigeria, yaitu sebanyak dua kali. Hasilnya, kalah sekali pada 1994 (2-0) dan menang pada 2010 (2-1).
  • Yunani hanya menang satu kali dari delapan laga terakhir mereka di Piala Dunia.
  • Yunani gagal mencetak gol pada tujuh dari delapan laga Piala Dunia mereka. Bermain imbang tanpa gol dengan Jepang di laga sebelumnya adalah pertama kalinya mereka tidak kebobolan dari delapan laga itu.
  • Pantai Gading telah kebobolan dua atau lebih dalam lima dari delapan pertandingan Piala Dunia mereka.
  • Gervinho adalah pemain Pantai Gading pertama yang mencetak gol secara berturut-turut di pertandingan Piala Dunia.
  • Delapan dari 12 gol Pantai Gading di Piala Dunia tercipta setelah pertandingan memasuki menit ke-60.
  • Pantai Gading selalu mencetak gol dalam tujuh dari delapan pertandingan Piala Dunia mereka. 
  • Lima dari sembilan gol terakhir yang dilesakkan Pantai Gading di Piala Dunia adalah melalui sundulan.

Inilah data dan fakta pertandingan antara Nigeria dan Argentina,

Inilah data dan fakta pertandingan antara Nigeria dan Argentina, dalam laga terakhir grup F Piala Dunia 2014, yang akan sayang untuk Anda lewatkan.

GOALOLEH    Nurul Savika    Ikuti di twitter

Tim nasional Argentina akan berhadapan dengan Nigeria yang membutuhkan poin untuk bisa lolos ke babak 16 Besar. Namun, tim Tango diyakini tidak akan mengambil resiko untuk bermain aman, terlebih lagi setelah tiga poin alot yang mereka dapatkan di dua laga sebelumnya.

Kemenangan meyakinkan sebelum melangkah ke babak 16 Besar Piala Dunia 2014 yang dipastikan lebih sengit akan menjadi modal bagus untuk Argentina.

Untuk mengiringi pertandingan yang digelar di Estádio José Pinheiro Borba (Beira-Rio), Porto Alegre, Rabu (25/6) malam, Goal Indonesia menyajikan rangkuman data dan fakta kedua tim.
 
NIGERIA VS. ARGENTINA
  • Ini akan menjadi pertemuan ke-empat antara Argentina dan Nigeria di Piala Dunia. Tim Tango mengakhiri ketiga laga sebelumnya dengan kemenangan.
  • Nigeria hanya mampu meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan melawan Argentina di semua ajang (S1 K4).
  • Nigeria tidak pernah meraih kemenangan saat menghadapi tim Amerika Selatan di Piala Dunia (K4).
  • Argentina hanya mampu mencetak delapan gol dalam enam pertandingan melawan Nigeria, dengan rata-rata 1,3 gol per pertandingan.
  • Argentina meraih kemenangan 11 kali dan hanya kalah satu kali dalam 14 pertandingan babak grup Piala Dunia terakhir, mencetak 27 gol dan hanya kemasukan lima gol secara keseluruhan.
  • Lionel Messi telah mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan untuk Argentina.
  • Argentina akan berusaha mengulang prestasi skuat asuhan Diego Maradona pada Piala Dunia 2010, di mana mereka meraih poin sempurna di babak grup.
  • Nigeria meraih kemenangan pertama dalam sepuluh laga Piala Dunia ketika mengalahkan Bosnia-Herzegovina (S3 K6).
  • Super Eagles kini telah menjalani 221 menit tanpa kemasukan di Piala Dunia.
  • Sejak kalah untuk pertama kali menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia (melawan Kamerun pada 1990), Argentina telah memenangkan empat laga terakhir saat menghadapi tim dari Benua tersebut.