Rabu, 25 Juni 2014

Iran dan Mimpi Memainkan 'Final-Final' Selanjutnya

Iran dan Mimpi Memainkan 'Final-Final' Selanjutnya

Nurul Savika - detikSport
Rabu, 25/06/2014 15.53 WIB
thumbnail 
 
Salvador - Iran tak pernah bermimpi untuk tampil di sebuah final Piala Dunia. Maka, pertandingan melawan Bosnia Herzegovina adalah sebuah final tersendiri buat mereka.

Sebelum tahun ini Iran pernah menjadi kontestan di tiga Piala Dunia: 1978, 1998, dan 2006. Hasilnya, mereka selalu kandas di babak grup. Dari total 9 kali bertanding, mereka hanya menang satu kali dan kalah enam kali.

"Simpel saja. Waktu kami meninggalkan Teheran, semua orang tahu kami takkan ke sini untuk menjadi juara. Tidak ada yang mengharapkan dan menuntut begitu," tutur pelatih Iran, Carlos Queiroz, dikutip Reuters.

"Tapi kami diperkenankan memimpikan lolos ke babak knockout. Tujuan pertama kami adalah menempatkan Iran di peta Piala Dunia di Brasil. Kami telah mencapai itu dan kami telah mendapatkan respek."

Di Brasil, Iran tergabung di Grup F dengan Argentina, Nigeria, dan Bosnia. Mereka memulai dengan bermain 0-0 dengan Nigeria, tapi kemudian kalah 0-1 dalam pertarungan sengit sepanjang 90 menit, dan hanya kebobolan di injury time oleh tendangan spektakuler Lionel Messi.

Iran hanya bisa lolos ke babak 16 besar apabila mala mini menang atas Bosnia dan Nigeria kalah dari Argentina -- dengan jumlah gol tertentu.

"Sekarang mimpi kami adalah lolos ke babak kedua. Biarkan kami memimpikan hal itu. Bebas-bebas saja untuk bermimpi, bukan?" tukas Queiroz.

Tidak ada komentar: